Home » » Motif Hias Karya Seni Rupa Nusantara

Motif Hias Karya Seni Rupa Nusantara

Written By Tentri Rahayu on Selasa, 13 Agustus 2013 | 03.14




Kain Songket

Bahan kain songket adalah benang kapas atau benang sutra. Untuk
membuat kain songket yang bagus bahan bakunya berupa benang putih yang
diimpor dari India, Cina, atau Thailand.
Motif benang emas pada kain songket khususnya dari Palembang yang
rapat dan mendominasi permukaan kain disebut kain songket tawur. Pada
tepi kain biasanya dibuat motif tumpal, segitiga, atau segitiga
terputus yang disebut motif pucuk rebung.
Masih terdapat banyak motif lain yang digunakan pada kain songket,
contohnya, motif-motif burung kakatua dan burung merak terdapat pada
kain tenun songket dari Rejang (Sulawesi Selatan) dan Donggala
(Sulawesi Tengah). Motif ayam dan itik terdapat pada kain songket dari
Payakumbuh dan Pande Sikek, Sumatra Barat. Motif naga dan sayap burung
garuda terdapat pada kain songket Palembang. Motif manusia, burung
enggang, dan pohon kehidupan dari Kalimantan. Motif wayang terdapat
pada kain tenun dari Bali dan Lombok. Sementara itu kain tenun dari
Sumbawa banyak menggunakan motif hewan.

Kain Batik


Kain batik merupakan karya seni rupa Nusantara yang dihasilkan dari
beberapa daerah, khususnya di Jawa dan Bali. Kota seperti Cirebon,
Priangan, Banjarnegara, Yogyakarta, Solo, Banyumas, Pekalongan, Lasem,
dan Madura terkenal sebagai daerah penghasil batik. Walaupun teknik
yang diterapkan sama, kain batik dari beberapa daerah tersebut
memiliki corak dan motif yang khas.
Kain batik dibuat dari mori. Menurut mutunya, mori yang biasa dibuat
menjadi kain batik dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu primisima,
prima, dan biru. Primisima adalah mori yang paling baik, halus dan
harganya mahal. Mori primisima biasanya dibuat kain batik tukis tangan
dan menjadi kain batik bermutu tinggi.
Menurut corak motifnya, kain batik dapat dibedakan menjadi empat jenis
sebagai berikut:
1. Batik yang bercorak persegi ceplok, seperti ceplok madubronto,
coplok satria wibawa, ceplok gusti putri, ceplok sridento, dan ceplok
pandan binetot.
2. Batik yang berdasarkan corak garis miring parang, seperti parang
klitik, parang kusuma, parang rusak, parang parung, dan parang
gondosuli.
3. Corak semen seperti semen rante, semen rama, semen prabu, semen
pisang bali, semen cuwiri dan bondet.
4. Corak kreasi baru.

Kain Celup Ikat

Kain jumputan sering disebut celup ikat. Jumputan termasuk batik
karena proses pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup. Jika batik
biasa penutup/penghalangnya adalah lilin malam, pada jumputan
penghalangnya adalah ikatan benang yang kuat dan rapat. Kain biasanya
diikat kecil-kecil atau sejumput, sehingga disebut kain jumputan.
Ada dua teknik membuat batik jumputan. Yang pertama, teknik ikat.
Teknik ini pasti telah dipelajari ketika duduk di sekolah dasar.
Kedua, teknik jahitan. Dengan cara ini, kain digambari pola tertentu
lalu dijahit jelujuq pada garis gambarnya. Lalu, benang ditarik kuat
sehingga kain berkerut serapat mungkin. Pada waktu dicelup, benang
yang rapat akan menghalangi warna masuk ke kain. Benang yang dipakai
sebaiknya benang yang tebal dan kuat seperti benang plastik/sintetis,
benang jins, atau benang sepatu.
Hasil jumputan teknik jahitan berupa titik-titik yang agak menyambung
membentuk gambar. Di Jawa, titik-titik ini disebut tritik. Di
Kalimantan dinamakan sasaringan.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Recent Post

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. welcome to my ordinary blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Edit by Tutorial Updates
Proudly powered by Blogger